Kota Bima – Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Reuni Akbar Lintas Generasi alumni IAIN & UIN Alauddin Makassar yang digelar pada Ahad, 22 Maret 2026, bertempat di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kota Bima.
22 Maret, 2026
Maret 22, 2026
MG-DK
Bima
No comments
Kota Bima – Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Reuni Akbar Lintas Generasi alumni IAIN & UIN Alauddin Makassar yang digelar pada Ahad, 22 Maret 2026, bertempat di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kota Bima.
19 Maret, 2026
Maret 19, 2026
MG-DK
Kegiatan, Keluarga, Khutbah
No comments
Sape – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Sape telah menetapkan susunan petugas Sholat Idul Fitri yang akan dilaksanakan di lapangan utama kecamatan dan desa-desa se Kecamatan Sape. Penetapan ini dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan unsur pemerintah kecamatan, tokoh agama, serta panitia hari besar Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Sholat Idul Fitri berjalan dengan tertib, khidmat, dan lancar.
![]() |
| Petugas sholat Idul Fitri 1447 H / 2026 M Tingkat Kecamatan Sape dan Desa. |
16 Maret, 2026
Maret 16, 2026
MG-DK
Kegiatan, Sape, Sosial dan Masyarakat
No comments
Sape – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Himpunan Organisasi Wanita (HOW) Kecamatan Sape bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sape menyelenggarakan Pengajian Akbar dalam rangka Safari Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 15 Maret 2026, bertempat di Masjid Besar Al-Munawwarah Sape, dan dihadiri oleh jamaah majelis taklim serta masyarakat dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sape.
Pengajian akbar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antara organisasi perempuan, majelis taklim, dan masyarakat dalam memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan sosial.
Acara pengajian dipandu oleh Ustadz Subhan H. Ismail, S.Pd.I yang bertindak sebagai moderator. Dalam kegiatan ini hadir para penceramah yang menyampaikan tausiyah keagamaan, yaitu:
-
Ustadz Dr. Abdul Munir, M.Pd.I
-
Ustadz Dr. Nasaruddin, M.Pd.I
-
Ustadz Muslim H. A. Rahim, M.A.
-
Ustadz Zainal Muthi’in, S.HI
Para penceramah menyampaikan berbagai materi yang menekankan pentingnya meningkatkan kualitas iman dan amal ibadah selama bulan Ramadhan, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta membangun akhlak mulia dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti (Istri Bupati, Ady Mahyudi), Ketua GOW Kabupaten Bima, Hj. Anita H. Irfan, A.Md (Istri Wakil Bupati Bima, H. Irfan Zubaidy), Camat Sape, Sekretaris Camat Sape, serta Ketua Himpunan Organisasi Wanita (HOW) Kecamatan Sape, Siti Rahmah Akbar. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat di wilayah Kecamatan Sape.
Pengajian akbar berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias dari para jamaah yang hadir. Diharapkan melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, masyarakat semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini pula, HOW dan BKMT Kecamatan Sape berharap agar kegiatan dakwah dan pembinaan umat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan di wilayah Kecamatan Sape.
23 Februari, 2026
Februari 23, 2026
MG-DK
Akhirat dan Kematian, Sape
No comments
Sape, 23 Februari 2026 – Pemerintah Kecamatan Sape bersama tokoh agama dan perwakilan masyarakat menggelar rapat koordinasi dalam rangka persiapan kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H. Rapat dilaksanakan pada:
12 Januari, 2026
Januari 12, 2026
MG-DK
Pendidikan, Sape
No comments
![]() |
| Camat Sape, Muhammad Akbar, SP., M.Si : Membuka Kegiatan secara Resmi |
Sape, 12 Januari 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, MTs. Darussakinah Sape bekerja sama dengan Sanggar La Nggoli menyelenggarakan Festival Seni dan Olahraga Tingkat SD/MI se-Kecamatan Sape. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Januari 2026, bertempat di MTs. Darussakinah Sape.
![]() |
| Kepala MTs. Darussakinah, menyampaikan Kata Sambutan |
![]() |
| Para tamu undangan |
![]() |
| Penampilan Senam Kreasi |
30 Desember, 2025
Desember 30, 2025
MG-DK
Dakwah dan Ilmu, Ibadah dan Spiritual, Nasihat Agama
No comments
Dalam kehidupan manusia, pergantian tahun sering kali dipandang sebagai peristiwa administratif dan seremonial. Namun, dalam perspektif Islam, pergantian waktu merupakan sarana muhasabah (introspeksi) untuk menilai kualitas iman dan amal. Allah SWT menegaskan bahwa perubahan kondisi hidup tidak akan terjadi tanpa adanya perubahan dari dalam diri manusia itu sendiri.
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا
مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya
Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan
yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra‘d: 11)
Ayat ini
menjadi dasar teologis bahwa harapan tahun baru harus disertai komitmen nyata
untuk memperbaiki diri secara berkelanjutan.
1. Perbaikan dalam Aspek Ibadah
Ibadah
merupakan fondasi utama hubungan antara manusia dengan Allah SWT. Kualitas
ibadah yang baik akan berdampak langsung pada kualitas kehidupan pribadi dan sosial.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ
الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya
shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabūt: 45)
Ayat ini
menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan dengan benar akan melahirkan perubahan
akhlak dan perilaku. Oleh karena itu, komitmen tahun baru harus diawali dengan
peningkatan kualitas ibadah, bukan sekadar kuantitasnya.
2. Penyempurnaan Akhlak sebagai Indikator
Keberhasilan Iman
Akhlak
merupakan manifestasi nyata dari iman dan ibadah. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa misi utama diutusnya beliau adalah
penyempurnaan akhlak.
إِنَّمَا
بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya
aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad, shahih)
Dengan
demikian, tekad memperbaiki diri harus tercermin dalam sikap jujur, amanah,
santun, menjaga lisan, serta menghormati sesama manusia, baik di dunia nyata
maupun ruang digital.
3. Peningkatan Ilmu sebagai Sarana Kematangan
Diri
Islam
menempatkan ilmu pada posisi yang sangat tinggi. Ilmu menjadi sarana untuk
memahami kebenaran, mengambil keputusan yang bijak, dan menghindari kesalahan
dalam bertindak.
يَرْفَعِ
اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan
meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa
derajat.”
(QS. Al-Mujādilah: 11)
Komitmen tahun
baru harus mencakup semangat belajar sepanjang hayat, baik ilmu agama maupun
ilmu umum, agar iman tidak terlepas dari rasionalitas dan kebijaksanaan.
4. Kontribusi Sosial sebagai Puncak Amal Saleh
Perbaikan diri
tidak berhenti pada aspek personal, tetapi harus bermuara pada kemaslahatan
sosial. Islam menilai kualitas manusia dari sejauh mana ia memberi manfaat bagi
orang lain.
خَيْرُ
النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad dan ath-Thabrani, hasan)
Hadis ini
menegaskan bahwa komitmen menjadi pribadi yang lebih baik harus diukur dari
peningkatan kebermanfaatan sosial dibandingkan tahun sebelumnya.
Komitmen Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dari Waktu ke Waktu
Islam mendorong
umatnya untuk selalu mengalami peningkatan kualitas diri. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ
كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ
“Barang siapa
hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia termasuk orang yang
beruntung.”
(HR. Al-Hakim, dinilai hasan)
Hadis ini
menjadi dasar normatif bahwa stagnasi dalam kebaikan merupakan kerugian,
sedangkan peningkatan amal dan manfaat adalah tanda keberuntungan.
Jadi, harapan dan komitmen tahun baru dalam perspektif Islam bukan sekadar resolusi temporal, melainkan tekad spiritual dan moral untuk menjadi hamba Allah yang lebih berkualitas dan bermanfaat. Tekad memperbaiki diri dalam ibadah, akhlak, ilmu, dan kontribusi sosial merupakan jalan menuju keberhasilan hidup dunia dan akhirat. Dengan komitmen yang kuat, istiqamah, dan berbasis dalil Al-Qur’an serta hadis shahih, tahun baru dapat menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih bermakna dan bernilai ibadah.
27 Desember, 2025
Desember 27, 2025
MG-DK
Berpikir, Pendidikan, Pengajian Kitab Daqaiqul Akhbar
No comments
Dompu — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dompu menyelenggarakan Intermediate Training (Latihan Kader II) Tingkat Nasional Tahun 2026 dengan mengusung tema “HMI Bela Negara”. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Dompu dan diikuti oleh kader-kader HMI dari berbagai cabang di Indonesia.
03 September, 2025
September 03, 2025
MG-DK
Akhirat dan Kematian
No comments

Surga dan Kenikmatannya
Surga atau al-Jannah dalam
Islam merupakan tempat abadi yang dijanjikan Allah bagi hamba-hamba-Nya
yang beriman dan bertakwa. Ia adalah balasan terbaik atas amal saleh
yang dikerjakan di dunia. Kenikmatan surga bukan hanya jasmani, tetapi
juga rohani, yang tidak pernah dilihat mata, tidak terdengar oleh
telinga, dan tidak terlintas dalam hati manusia.
فَلَا
تَعْلَمُ نَفْسٌۭ مَّآ أُخْفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍۢ جَزَآءًۭ بِمَا
كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
“Tidak seorang
pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka (yaitu berbagai nikmat) yang
menyenangkan pandangan mata sebagai balasan atas apa yang telah mereka
kerjakan.”
(QS. As-Sajdah: 17)
1.
Nama-Nama Surga dalam Al-Qur'an
Allah menyebut surga dengan banyak
nama, menunjukkan tingkatan dan kemuliaannya, di antaranya:
- Jannat ‘Adn
– Surga tempat tinggal abadi (QS. At-Taubah: 72)
- Jannat al-Firdaus
– Surga paling tinggi dan paling mulia (QS. Al-Kahfi: 107)
- Jannat an-Na’im
– Surga penuh kenikmatan (QS. Al-Mutaffifin: 22)
- Darus Salam
– Negeri keselamatan (QS. Yunus: 25)
- Darul Maqamah
– Tempat tinggal yang kekal dan tenang (QS. Fathir: 35)
2.
Kenikmatan Surga yang Dijanjikan
a.
Kenikmatan Fisik
- Sungai dari air yang tidak berubah, susu, madu, dan
khamar yang tidak memabukkan
(QS. Muhammad: 15) - Pakaian sutra, perhiasan emas, dan istana dari mutiara
dan emas (HR. Bukhari, Muslim)
- Buah-buahan yang tidak pernah habis dan daging burung
sesuai selera (QS. Al-Waqi’ah: 21)
b.
Kenikmatan Rohani
- Tidak ada rasa sakit, sedih, takut, atau kematian lagi (QS.
Al-A’raf: 43)
- Berjumpa dengan para nabi dan orang saleh (QS.
An-Nisa’: 69)
- Melihat wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala — kenikmatan terbesar
لِّلَّذِينَ
أَحْسَنُوا۟ ٱلْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌۭ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌۭ وَلَا
ذِلَّةٌ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ
"Bagi orang-orang yang berbuat
baik, ada pahala terbaik (yaitu surga) dan tambahannya. Wajah
mereka tidak ditutupi debu dan tidak (pula) kehinaan. Mereka
itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya."
(QS. Yunus: 26)
(Tafsiran: lihat HR. Muslim, no. 181)
3.
Siapa Penghuni Surga?
إِنَّ
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّـٰتُ
ٱلْفِرْدَوْسِ نُزُلًا
“Sesungguhnya orang-orang yang
beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan diberi surga Firdaus sebagai
tempat tinggal.”
(QS. Al-Kahfi: 107)
Mereka yang dijanjikan masuk surga, antara lain:
- Orang yang bertaubat dan beramal saleh
- Orang yang beriman dan bersabar
- Orang yang berakhlak baik
- Orang yang menjaga salat dan zakat
- Para syuhada dan orang jujur
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ
دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، مَا بَيْنَ
الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
"Sesungguhnya di surga terdapat seratus derajat yang Allah
sediakan bagi para mujahid di jalan Allah. Jarak antara dua derajat seperti
jarak antara langit dan bumi."
(HR. Bukhari, no. 2790; HR. Muslim, no. 1884)
4.
Ciri-ciri Ahli Surga dalam Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلاَمَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا
الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ
بِسَلَامٍ
“Wahai manusia, tebarkanlah salam,
berilah makan, sambunglah silaturahim, salatlah di malam hari saat manusia
tidur, niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat.”
(HR. Tirmidzi, no. 2485 – hasan sahih)
5.
Surga Tidak Bisa Dibeli dengan Amal, Tapi Karena Rahmat Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَنْ
يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ
قَالُوا:
وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟
قَالَ: وَلَا أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ بِفَضْلٍ
وَرَحْمَةٍ
فَسَدِّدُوا
وَقَارِبُوا وَاغْدُوا وَرُوحُوا وَشَيْءٌ مِنَ الدُّلْجَةِ، وَالقَصْدَ القَصْدَ
تَبْلُغُوا
"Amal seseorang tidak akan memasukkannya ke dalam surga."
Mereka (para sahabat) bertanya: "Termasuk engkau juga, wahai
Rasulullah?"
Beliau menjawab: "Ya, termasuk aku, kecuali jika Allah melimpahkan
karunia dan rahmat-Nya kepadaku."
(HR. Bukhari, no. 5673; Muslim, no. 2816)
6.
Doa Masuk Surga dan Perlindungan dari Neraka
اللَّهُمَّ
إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
"Ya Allah, aku memohon
kepada-Mu surga dan berlindung kepada-Mu dari neraka."
(HR. Abu Dawud, no. 792)
Surga adalah balasan tertinggi dari Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Ia bukan hanya impian akhirat, tapi juga motivasi untuk hidup bertaqwa dan beramal saleh di dunia. Marilah kita senantiasa memohon kepada Allah agar dijadikan penghuni surga, dan dijauhkan dari neraka, serta menjaga keimanan dan amal kita dengan ikhlas dan istiqamah.
Referensi:
- Al-Qur’an al-Karim
- Shahih al-Bukhari
- Shahih Muslim
- Tafsir Ibnu Katsir
- Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi
02 September, 2025
September 02, 2025
MG-DK
Ekonomi Islam
No comments

Investasi
Akhirat dengan Amal Jariyah
Dalam kehidupan modern, istilah
“investasi” sering dikaitkan dengan upaya menanam modal untuk memperoleh
keuntungan di masa depan. Namun, dalam perspektif Islam, ada bentuk investasi
yang nilainya jauh lebih besar, bertahan lebih lama, dan tidak tergerus oleh
inflasi dunia: investasi akhirat melalui amal jariyah. Ini adalah bentuk
amal yang terus mengalir pahalanya bahkan setelah pelakunya meninggal dunia.
Dalil
dari Al-Qur’an dan Hadis
Islam sangat menekankan pentingnya meninggalkan
amal yang bermanfaat dan berkelanjutan. Allah SWT berfirman:
قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن
يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍۢ
فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
"Katakanlah
(Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki
di antara hamba-hamba-Nya dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki). Dan
apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya; dan Dialah Pemberi
rezeki yang terbaik.”
(QS. Saba’: 39)
Sedangkan dalam hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ
عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ
بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
"Apabila
anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali
tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang
mendoakannya."
(HR. Muslim, no. 1631)
Apa
Itu Amal Jariyah?
Amal jariyah berasal dari kata jariyah yang berarti
"mengalir". Maksudnya adalah amal kebaikan yang pahalanya terus
mengalir bahkan setelah seseorang meninggal dunia.
Contoh-contoh amal jariyah:
- Membangun masjid atau fasilitas ibadah
- Menyumbang wakaf untuk sekolah, rumah sakit, sumur air
bersih
- Menyebarkan atau mencetak mushaf Al-Qur'an
- Mengajarkan ilmu yang bermanfaat
- Membiayai pendidikan anak yatim atau santri
- Menanam pohon yang menghasilkan manfaat
Mengapa
Amal Jariyah Disebut Investasi Akhirat?
- Pahalanya terus mengalir tanpa putus
- Seperti bunga dari investasi dunia, amal jariyah
memberi "dividen pahala" secara terus-menerus.
- Tidak tergerus oleh waktu dan usia
- Meskipun pelakunya wafat, amalnya tetap hidup dan
memberikan manfaat.
- Dilipatgandakan oleh Allah SWT
- Dalam QS. Al-Baqarah: 261, Allah menjanjikan pahala
sedekah hingga 700 kali lipat.
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ
فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ
سُنبُلَةٍۢ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَـٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ
وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan
orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang
menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah
melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya)
lagi Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 261)
Strategi
Praktis Investasi Amal Jariyah
|
Bidang |
Contoh
Aksi Nyata |
|
Pendidikan |
Menyumbang buku, beasiswa,
mengajar |
|
Dakwah |
Mendanai media dakwah, radio Islam |
|
Infrastruktur |
Wakaf masjid, sumur, jalan ke
pesantren |
|
Teknologi |
Menciptakan aplikasi atau konten
Islami |
|
Lingkungan |
Menanam pohon, menjaga sumber air |
Renungan:
Dunia Sementara, Akhirat Kekal
Manusia seringkali sibuk mengejar
investasi dunia berupa properti, emas, saham, dan lainnya. Namun Rasulullah ﷺ
mengingatkan:
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ
لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا،
وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ الْأَمَانِيَّ
"Orang
yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk
kehidupan setelah mati. Dan orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa
nafsunya lalu hanya berangan-angan kepada Allah."
(HR. Tirmidzi, no. 2459 – hasan)
Amal jariyah adalah warisan abadi,
jejak amal yang tidak hanya bermanfaat di dunia tapi juga menyelamatkan di
akhirat. Ia menjadi bukti cinta sejati kita kepada Allah dan manusia.
Amal jariyah adalah bentuk investasi
akhirat yang paling menguntungkan dan abadi. Dengan amal ini, seorang Muslim
dapat menabung pahala setelah kematian, sekaligus memberi manfaat nyata
bagi masyarakat. Mari berlomba dalam kebaikan dan menjadikan hidup ini penuh
makna, bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk kehidupan yang kekal di
akhirat kelak.
Referensi
- Al-Qur'an al-Karim
- Shahih Muslim, no. 1631
- Sunan Tirmidzi, no. 2459
- Tafsir Ibnu Katsir – QS. Al-Baqarah: 261
- Wahbah Az-Zuhaili. Fiqh Islami wa Adillatuhu
- Quraish Shihab. Tafsir al-Misbah
















